Posts

puisi selamat menua untukmu

 Selamat Menua Untukmu Karya Sunitasari Dua ribu dua-dua Menyaksikan senyum ceria Membentuk indah bibir gadis asal Bangka Tentang waktu yang menyimpan memori tua Mempersiapkan diri melangkah dengan sempurna Kemarin, di tahun lalu penuh cerita Sempat terucap sebuah kata-kata Lewat puisi untuk umur yang menua Hari ini, sejarah itu kembali ada Menyapa gadis yang tengah bernostalgia Semoga hadiah Tuhan yang kau terima Mengizinkan hirup udara lebih lama Dengan di rangkul bahagia sepanjang masa Kebaikan dan keberkahan selalu bersama Serta utuhnya keharmonisan keluarga Katanya, tujuh belas tahun umur istimewa Bertambahnya usia penuh kisah sejahtera Dewasa yang telah diakui negara Saatnya menyusun rapi sebuah rencana Doa dan usaha agar asa menjadi nyata Tegal, 25 Januari 2022

PUISI BANGUNAN ILMU

 BANGUNAN ILMU Karya: Sunitasari Didalam bangunan tua berbingkai agama Berumur satu abad lebih, namun masih kokoh berdiri Suasana yang tak lepas dari kegiatan mulia Lantunan keagungan dengan merdu menemani Daku, merasa nyaman di tempat ini Hidup berprinsip nilai-nilai islami Kebersamaan yang dijunjung tinggi Setiap hari, tak asing dengan mengantri Hidup bersama tuntunan dari Sang Kiai Rida keberkahan yang daku nanti Agar cucuran ilmu yang beliau beri Bermanfaat untuk saat ini, dan kelak nanti Tegal, 17 Juli 2021 DILARANG KERAS PLAGIAT!!!

PUISI INDAHNYA KESATUAN DALAM PERBEDAAN

INDAHNYA KESATUAN DALAM PERBEDAAN Karya Sunitasari Kulihat cahaya di atas bumi Terpaku dengan warna-warni pelangi Indah bersama menghidupkan kedamaian Berpelukan saling menguatkan Seperti itulah Indonesia Perbedaan keyakinan, ras, suku, budaya Bukan alasan untuk saling menjatuhkan Menjadi sebab perselisihan antar golongan Layaknya perjalanan Lain jalan, lain kendaraan, namun satu tujuan Kita adalah bangsa, hidup di negeri yang sama Kita satu meski berbeda di mata dunia Apa arti keindahan itu? Bukan alam yang terlihat hijau menawan Bersih ditemani angin menyejukkan Namun, keindahan ialah sikap menghargai dalam perbedaan Mari bersama, menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika Mengibarkan kerukunan di bawah cakrawala Untuk negeri yang tangguh dan tumbuh Agar terbebas dari penjajahan bangsa sendiri Tegal, 07 Desember 2021 DILARANG KERAS PLAGIAT!!!

PUISI JELAJAH MASA SILAM

 JELAJAH MASA SILAM Karya: Sunitasari Kupandangi langit malam Bersandar pada jendela Tersenyum melihat bintang-bintang Indah berhias cahaya dan kerlipannya Akankah dewasa seindah itu? Secepat ini dewasa tanpa bekal persiapan Hujan mata mengalir, meski tak begitu deras Merasakan singkatnya putaran Menangis mengingat sendu, Tertawa saat lucu Ingatan beberapa tahun lalu Kehidupan masa kecil Saat setiap hari selalu berdoa Ingin sekali tumbuh dewasa Agar lebih luas melihat keindahan dunia Ketika kecil, menangis bukan karena beban Bukan pula sebuah penghinaan, percintaan Ataupun mengeluh keadaan Hanya sebab tak hati-hati dalam permainan Dulu, meminta sesuatu dengan percaya diri Kini, rasa tak enak hati menyelimuti Belajar mandiri tanpa membebani Sifat cempala mulai kujauhi Dulu, bermain hujan tanpa sandiwara Berlari kecil penuh kebahagiaan Kini, hujan dijadikan pura-pura Melampiaskan segala tetesan Aku sudah dewasa Dengan usia beranjak remaja Meski pikiran belum sepenuhnya Meski r...

PUISI MAKANAN BERBUKA UNTUK MEREKA

 Makanan Berbuka Untuk Mereka Karya: Sunitasari Masih seperti biasa Perjalanan ngabuburit naik sepeda Sore itu mengelilingi alun-alun kota Tergores kisah pilu bahagia Tentang aku dan mereka Sang penghuni jalanan tua Cahaya senja tak lagi terang Kusapa mereka dengan senyum terngiang Sekotak nasi dan takjil, tangannya terpentang Tak sadar, air mataku berlinang Melihat tawa mereka begitu riang Damai beriring keagungan berkumandang Lahap demi lahap menyentuh relung hati Harapku bisa lakukan setiap hari Menjadikan Ramadan lebih berarti Lewat indahnya hidup berbagi Suasana haru saat ini Bersaksi di atas berkahnya bulan suci Tegal, 01 Mei 2021 NB: DILARANG KERAS PLAGIAT!!!

PUISI TEMU TERLINTANG JARAK

 TEMU TERLINTANG JARAK Karya: Sunitasari Senja yang kulihat sore itu masih tampak jelas dalam indraku terlintas wajah asri nan maru menjalar sukma menusuk batin sayu adakah lintangan tabu untuk merindu? Hening ini kusimpan dalam ruang lingkup sedang detik rona kubiarkan saja meredup jujur, menjarak pun aku tak sanggup meski saat bersamamu terasa gugup relung hati begitu kencang berdegup Jika obat rindu adalah kamu maka, sempatkan tuk bertamu tentang jarak, bukan hambatan kelu bukan pula masalah seribu isak haru jangan biarkan menderu Datang kabar pengganti temu bercengkerama lewat tanda hijau sepi cepatlah hilang dan berlalu kini, kabar pun tak berseru sampai kapan aku harus menunggu? Tegal, 29 Maret 2021 NB: DILARANG KERAS PLAGIAT!!!